Puas Makan Setelah Berpuasa

Penulis : Rheda Ernesta

makan besar

Sumber : Canva

Waah, Alhamdulillah, setelah berpuasa 1 bulan, akhirnya hari kemenangan pun tiba. Ketupat, Opor ayam, Rendang, Kue Nastar sudah terhidang di meja makan. Sebelum pergi menunaikan shalat Ied di Lapangan, Aku dan keluarga sarapan terlebih dahulu.

Rasanya nikmat sekali setelah sebulan berpuasa, akhirnya bisa merasakan sarapan kembali. Sangking nikmatnya, aku sampai tambah 3 piring.

Tiba-tiba, bapak mengajak kami untuk berjalan jalan. Di sana, Bapak berhenti di sebuah Restoran Korea ‘All you can eat’ “Hmmm, Pas sekali! Aku sedang Lapar. Aku bisa makan sepuasnya deh!” gumam ku. Aku dan keluargaku masuk ke sebuah Restoran tersebut. Mataku terasa aneh melihat diatas meja, ada sebuah kompor yang sebelumnya aku tak pernah liat jika berkunjung ke restataurant. Ibu dan Bapak mengajak aku dan Adikku memilih makanan yang kami mau. Aku memilih Gimbap dan Chicken Kaeragge. Begitu juga adikku. Ibu juga mengambil daging. Bapak mengambil 3 gelas Lemon Tea dan 1 gelas jus BlueBerry.


Ibu mulai meng-Grill daging yang tadi Ibu ambil. Aku dan Adikku memakan Gimbap yang tadi kami Ambil.

Oiya, di sana, kami makan dengan waktu 90 menit! Jika makanan kami tak habis, kami akan terkena Denda. Kami akan di beritahu jika sudah 90 menitJadi, Ibu menghitung sampai jam berapa kami harus berhenti makan.


Aku makan dengan lahap. Aku yakin, bisa memakan semua makanan sebelum 90 menit! Hohoho! Nyam, nyam, hmmm, Gimbapnya enak! Kalau Chicken kaeragenya... hmmm, enak juga!


Perutku tak bisa menampung semua makanan itu. “Harus bagaimana ini, makanan di meja belum habis, rasanya, sudah 90 menit makan di sini, Aaaakkhh!!” aku bergumam sendiri sambil kebingungan.


Aku membalik Daging yang sedang dimasak agar cepat matang. Tiba-tiba semangkok Ramen yang Bapak pesan daritadi baru saja di berikan kepada kami! “Ughhh, padahal sudah dari pertama datang, bapak sudah memesan Ramen, Kok! Kenapa baru datang saat ini!!” Mataku terbelalak melihat 1 panci Ramen yang berwarna Merah. Walau berwarna Merah, Ramennya tidak pedas.


“Dek, ayo makannya cepetan” suara ibu tergesa-gesa

“Itu gimbapnnya belum habis, Kak” kata ibu sambil memeriksa piring yang ada dimeja.

“Pak, gimana sudah habis belum ramennya?”, tanya Ibu


Ah...suara ibu yg terus menggecek keadaan kita saat makan, rasanya menurangi nikmatnya makan. Karena aku harus makan sambil tergesa-gesa, entah sudah lumat atau belum makanan yaang ada dimulutku. Arghhh...rasanya ingin kusudahi saja pertempuran makan ini, aku berasa cape seperti ikutan lomba lari tapi perut kenyang. Aku buru-buru memakan Ramen agar bisa cepat habis.


Setelah semua makanan habis. Aku merasa lega. Ternyata, makan dengan timer itu seru ada sensasi tersendiri, rasa puas makan masih terasa sampai sekarang.

Bagikan artikel ini :

LinkLink