Menumbuhkan Sikap Rukun dan Kasih Sayang

Penulis : Ratnani Latifah

Sumber : kkpk

Sebagai role mode dan madrasah pertama, orangtua harus memberikan teladan yang baik kepada anak. Salah satunya dengan mengenalkan sikap terpuji, agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Tidak hanya itu, anak pun perlu dikenalkan dengan sikap tercela, agar tidak melakukan perbuatan itu.

Dan masa yang paling tepat dalam menumbuhkan nilai-nilai akhlak yang baik, adalah dengan pengenalan sejak dini. Karena kebiasaan yang sudah dilatih sedari kecil, maka hal itu akan terus mengakar dan bahkan sudah menjadi habit atau kebiasaan bagi anak. Di antara sikap terpuji yang harus dimiliki anak, adalah membiasakan bersikap rukun terhadap sesama dan kasih sayang. Sedang sikap tercela yang harus dijauhi adalah rasa iri, dengki dan menghasud.

Sedang salah satu media yang bisa dijadikan pilihan untuk mengenalkan sikap terpuji dan tercela adalah buku cerita. Karena manfaat membaca, selain bisa menjadi jembatan dalam mengenalkan nilai-nilai akhlak yang baik, secara tidak langsung orangtua telah mengenalkan minat baca kepada anak sejak dini.

Buku komik “1001 Pintu Ajaib” bisa dijadikan salah satu buku yang harus dibaca oleh anak. Apalagi buku ini dilengkapi dengan gambar dan disusun dengan gaya bahasa sederhana, pendek-pendik, sehingga mudah dipahami anak.

Misalnya saja kisah berjudul “Di Sekolah Banyak Cerita”. Dalam kisah ini anak akan diajak mengenal sikap terpuji, agar sesama teman itu selalu rukun dan berkasih sayang. Anak tidak boleh bermusuhan dan saling menganggu. Hal ini terlihat dari sikap Jesica yang membenci Noli. Kemudian ada pula ajakan agar anak tidak suka menghasud dan bersikap iri kepada orang lain.

Sebagaimana yang dilakukan Jesica. Melihat Noli lebih pintar dari dirinya, tumbuh rasa iri di hati Jesica. Sehingga dia menghasud dan mempengaruhi teman-temannya agar tidak ada yang mau bermain dengannya. Di antaranya adalah Dian. Teman sekelas itu, selalu menghindar ketika disapa Noli. Karena penasaran Noli pun mencoba mengejar dan bertanya pada Dian, ketika ada kesempatan.

Dan betapa kagetnya Noli, ketika Dian mengaku takut karena telah diancam Jesica, untuk tidak bermain dengan Noli. Jika dia tetap bermain dengan Noli, Dian akan dimarahi. Selain Dian, ternyata hampir semua teman di kelas juga telah dipengaruhi. Noli sungguh sedih mendengar penjelasan itu. Padahal dia ingin memiliki banyak teman dan tidak suka bermusuhan (hal 11).

Ada pula kisah berjudul “Linda dan Pramuka” yang mengajarkan kepada anak pentingnya sikap mau berusaha dan tidak mudah menyerah. Adalah Linda dan teman-temannya sangat semangat untuk ikut kegiatan pramuka. Ketika ada lomba pramuka, Linda dan kelompoknya berusaha dengan sebaik mungkin. Mereka saling tolong menolong dan bekerjasama dengan baik. Sehingga hasil yang mereka dapat pun sangat memuaskan.

Kisah “Rumah Impian” juga seru dan menarik. Dari kisah ini, kita diajak untuk menjadi anak yang selalu bersemangat dalam belajar, memiliki cita-cita tinggi dan selalu berbakti kepada orangtua. Aini sedih sekali, ketika teman-temannya mengejek rumah Aini yang hanya terbuat dari kayu. Tapi berkat kakaknya Aini, tumbuh menjadi gadis yang tegar dan memiliki semangat tinggi dalam belajar dan meraih cita-cita. Dia memiliki harapan untuk bisa menjadi dokter dan membahagian ibunya dengan membuatkan rumah indah untuk sang ibu. Harapan itu yang selalu Aini ingat, saat belajar dan agar dia tidak mudah menyerah di tengah jalan.

Selain tiga kisah tersebut, masih ada kisah berjudul “Rumah Pohonku” yang mengajarkan pentingnya rasa kasih sayang dalam keluarga dan kepada sesama. Kemudian ada kisah “1001 Pintu Ajaib” yang mengajak kita untuk menjadi anak yang mau mendengarkan nasihat baik, tidak tamak serta rakus. Secara keseluruhan buku ini cukup menarik. Beberapa kekurangan yang ada tidak mengurangi nilai-nilai pembelajaran yang bisa kita dapatkan.

Bagikan artikel ini :

LinkLink